{"id":4237,"count":1,"description":"Kumpulan kesaksian kristen. Pertama kesaksian kristen dari seorang pendeta yang mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hidup mereka menjadi banyak \u201crubrik\u201d, dengan \u201crubrik\u201d religius hanya setengah halaman\u2014itu pun di bagian belakang. Yakni orang kristiani yang menjalankan kehidupan kristianinya hanya pada hari Minggu, sementara pada hari-hari lain mereka jauh dari cara hidup kristiani. Ironis memang, tetapi ini kenyataan.\r\n\r\nPada hari Minggu, orang kristiani berbondong-bondong memadati gereja. Namun, pada hari Senin sampai Sabtu, orang begitu terfokus pada pekerjaan yang menumpuk dan jadwal yang padat, hingga tak terpikir untuk menyertakan Tuhan.\r\n\r\nPaulus mengingatkan kita supaya lebih sungguh-sungguh berusaha memiliki hidup yang berkenan kepada Allah. Setiap hari, setiap saat, kita harus melakukan kehendak Allah dengan hidup kudus, karena untuk itulah Allah memanggil kita (ayat 3,7), bukan hanya pada hari Minggu atau hari tertentu. Mungkin ada yang berpikir bahwa Minggu adalah harinya Tuhan, maka harus beribadah dan hidup kudus. Namun, hari lain merupakan hari mereka sendiri, hingga mereka bebas berbisnis dengan cara apa pun, dan bebas mencari hiburan sesuka hati. Tak ada peraturan atau hukum religius yang dapat membatasi, termasuk Tuhan. Padahal, andai Tuhan juga berlaku demikian, menemui dan menolong kita hanya di hari Minggu, betapa celakanya kita!\r\n\r\nHidup kudus seharusnya merupakan gaya hidup kita. Jadi, setiap hari kita harus mengizinkan Tuhan memimpin hidup kita. Dengan menempatkan kehendak Tuhan sebagai yang utama, sebenarnya kita sedang mendatangkan keuntungan bagi hidup kita sendiri, sebab di situlah kita akan mendapati hidup yang paling indah. Tuhan menyertai kita setiap hari maka lakukanlah kehendaknya setiap hari.\r\n\r\nKedua Kesaksian dari Mohan Jhass yang terlahir dengan keberuntungan besar dalam sistem kasta India. Keluarganya termasuk dalam kasta Brahmana, dan Mohan adalah anak sulung. Hal ini berarti bahwa dia diijinkan -- dan sangat diharapkan -- untuk menjadi seorang pendeta Hindu. Jika Anda lahir dalam suatu sistem keagamaan, dalam sebuah kasta, maka Anda mengerjakan apa yang dilakukan keluarga. Anda tidak dapat memilih profesi atau cara hidup sendiri,\" kata Mohan. \"Meskipun saya berkelimpahan secara finansial, mempunyai rumah besar, keluarga besar, kekayaan orangtua, hak untuk menjadi pendeta Hindu -- saya memiliki semuanya itu. Namun masih ada sesuatu dalam diri saya yang berkata, 'Itu belum cukup.' Ada sesuatu tentang Allah yang lebih dari yang saya ketahui.\"\r\n\r\nSejak berusia tiga tahun, Mohan telah memulai pelatihan kependetaannya. Dia belajar disiplin yang ekstra ketat dan banyak keahlian. Meskipun dia masih anak-anak, tapi sudah banyak pertanyaan yang mengganggu pikirannya. \"Salah satu dari pertanyaan tersebut adalah saya sering bertanya kepada guru saya, 'Guru, kapankah saya akan mendapat kedamaian?' dan para guru akan selalu berkata, 'Saat kamu dewasa nanti.\u00a8 Ketika mencapai usia remaja, dia masih juga belum mendapat jawaban. \u00a8Guru, saya masih belum merasakan kedamaian. Kapankah saya akan mendapatkannya?' Saat itu saya berusia sekitar 15 tahun,\" kata Mohan. \"Guru saya pada waktu itu sudah berusia 90 tahun. Pada saat itu dia mengatakan kepada saya bahwa dia pun belum pernah merasakan kedamaian. Mereka sering mengatakan dan menggunakan kata damai, tetapi mereka tidak mengetahui apa artinya.\"\r\n\r\nMeskipun sedang bermasalah, Mohan tetap melanjutkan pelatihannya selama dua tahun. Kemudian seorang misionaris Amerika datang berkunjung ke pura-nya. Nama misionaris itu adalah Herb, dan Mohan ditugaskan untuk menjelaskan tentang ajaran Hindu kepada Herb. \"Herb ingin mengetahui banyak hal dan saya dengan sangat bangga menceritakan padanya tentang evolusi ajaran Hindu,\" kata Mohan, \"saya ceritakan dari mana asalnya ajaran ini dan bagaimana saya bisa mempercayainya. Saya ingin selalu bersama Herb untuk melatih kemampuan saya dalam berbahasa Inggris. Saat bersama Herb, saya melihat bahwa dia memiliki sesuatu yang berbeda.\" Mohan tidak dapat menahan dirinya untuk bertanya kepada Herb. \"Apa yang sebenarnya kamu miliki?\" tanya Mohan. \"Ceritakan padaku tentang Allahmu.\" Herb sangat senang untuk menceritakan tentang Yesus Kristus kepada Mohan. Tak lama sesudah itu, Mohan mengerjakan sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikirannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Mohan pergi ke gereja.\r\n\r\n\"Setiap kali pendeta di gereja memandang diri saya, maka saya merasa seolah-olah dia berkata 'Mohan, kamu orang berdosa.' Memang dia tidak memanggil nama Mohan, namun dia berkhotbah bahwa semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Satu-satunya cara untuk mengenal Allah hanyalah dengan datang kepada Allah dalam kuasa darah Yesus yang telah membayar semua dosa,\" kata Mohan.\r\n\r\n\"Saya tidak mengetahui bahwa saya adalah orang berdosa. Saya tidak berpikir bahwa saya berdosa, karena saya tidak merokok, tidak minum minuman keras, tidak mengerjakan hal-hal yang tidak berguna. Saya tidak melakukan itu semua. Hati saya penuh dengan kebanggaan tentang siapakah diri saya. Saya berpikir bahwa saya adalah seorang yang berarti. Saya mengetahui seni-seni perang, melakukan yoga, meditasi, dan saya merasa lebih unggul dalam segala hal. Juga latar belakang keluarga saya yang memberikan status. Menjadi seorang pendeta Hindu adalah hal yang luar biasa, namun tetap saja, saya tidak menemukan kedamaian.\" Mohan sangat tertarik dengan kebenaran itu, tetapi dia juga takut tentang bagaimana masa depannya. Herb mengetahui hal tersebut ketika mengajak Mohan pulang. Mohan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Sekarang dia harus menghadapi apa yang ditakutkannya. \"Lebih baik kamu mati daripada menjadi seseorang yang paling dibenci dalam keluarga,\" kata Mohan. \"Banyak orang yang menjadi pengikut Kristus, dan, bahkan saat ini di India, mereka menghadapi kematian. Dan situasi yang sama juga diperhadapkan pada saya. Jika memilih Kristus, saya akan kehilangan hidup yang pernah saya jalani. Saya diberi waktu satu jam untuk memutuskannya.\r\n\r\n\"Oleh keluarga, saya diminta untuk memilih antara menyerahkan hidup kepada Kristus atau menjalani hidup saya yang lama,\" kata Mohan. \"Lalu saya berdoa. Saya berkata, 'Tuhan pandulah aku.' Kitab pertama yang saya buka adalah Lukas 9:23: \"Kata-Nya kepada mereka semua: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.\" \"Saya berkata, 'Tuhan, saya ingin menyangkal segala sesuatu tentang diri saya, dan saya ingin kamu menjadi Allah dalam hidup saya.' Tindakan selanjutnya yang saya ingat adalah, ada ketukan di pintu. 'Apa keputusanmu?' Dan saya menjawab, 'Saya menjadi pengikut Kristus.' 'Keluar dari rumah ini!' adalah jawaban yang saya terima dari keluarga saya.\" Mohan dicampakkan keluarganya dan dia tidak mempunyai tempat tujuan. Akhirnya ia tinggal dan bekerja dalam pelayanan misi bersama Herb. Ia ingin pergi ke Amerika. Dalam enam bulan berikutnya, dia tiba di Longview, Texas, dengan berbekal beberapa baju dalam tasnya. \"Saya bekerja selama 70 jam seminggu dan juga pergi kuliah,\" kata Mohan. Saya mencuci semua peralatan dapur di Le Tourneau University. Saya membersihkan semua ruangan pada malam hari. Dan saya beruntung bisa tidur selama 2 jam tiap malamnya.\" Mohan lulus dari dua disiplin ilmu yang diikutinya -- Alkitab dan teknik mesin. Kemudian dia menikah dengan Susan dan mereka memulai kehidupan berkeluarga. Mohan sekarang menjadi pendeta di sebuah gereja lokal dan melayani sebagai ahli terapi yang berpengalaman, memberitakan tentang Kristus.\r\n\r\nKetiga kesaksian dari Daud Mantan Kyai dan Pak Fakhli mantan Ustad, Pak Daud adalah seorang guru dari pak Fakhli, Tapi yang duluan percaya kepada Tuhan Yesus adalah pak Fakhli. Kalau pak Daud memiliki 5000 jin sedankan pak fakhli 3000 jin.\r\n\r\nPertobatan yang terjadi pada pak Fakhli seperti berikut ini: Waktu itu saya tinggal di pesantren, ketika saya belajar injil ternyata ketahuan, karena saya telah melanggar aturan, maka saya mendapat hukuman. Ketika saya mendapat hukuman, saya melihat sebuah cahaya yang datang kepada saya, dan cahaya itu kelihatan Tuhannya orang Kristen, Tuhan berkata kepada saya, \u201ckalau engkau tetap begini akan mati, tapi kalau kamu ikut Aku, kamu akan hidup\u201d. Dan saya mulai berkata Isa\u2026Isa\u2026Isa\u2026 Tolong saya. Ketika saya menyebut nama-Nya tiga kali, rantai yang terikat di tangan saya, tiba-tiba putus, dan saya merasa ada kekuatan yang masuk kedalam tubuh saya. Selama 3 hari saya berjalan dari sukabumi ke bandung, dan di sana saya mendapat sebuah gereja. Lalu dari gereja tersebut mulai menolong saya. Kalau mau mendengar kesaksian yang lebih lengkap Download secara gratis di atas.\r\n\r\nPertobatan yang terjadi kepada pak Daud seperti berikut ini: Seorang anak muda yang bernama alfian yang beberapa hari datang ke masjid, setiap orang yang memiliki ilmu, datang kepada alfian untuk mengusir anak ini, ternyata tidak bisa, karena anak muda ini memiliki ilmu yang tinggi. Karena saya ada di situ, lalu seorang memberi tahukan saya untuk melihat alfian, ketika saya ketemu alfian, lalu saya bertanya anak muda engkau memiliki ilmu yang tinggi, tapi alfian katakan bahwa bukan saya yang memiliki ilmu yang tinggi tapi Yesus yang ada dalam diri saya. Lalau saya mau tantang alfian, saya katakan bahwa satu malam ini saya tantang kamu untuk melawan Yesus yang ada dalam diri kamu, alfian katakan baik. Selama 2 jam saya mulai mempersiapkan diri saya. Tapi ternyata saya melihat alfian tidak buat apa-apa. Saya bertanya kepada alfian, kamu suda siap. Lalu anak alfian, katakan, bahwa saya suda siap dari tadi. Saya mulai memanggil jin saya, lalu saya Tanya kepada jin itu, bagaimana saya lawan dia, jin tersebut katakan bahwa anak ini harus di suruh tidur.\r\n\r\nSaya mulai katatan aturan pertandingan ini kamu harus tidur dan saya juga tidur, nanti Tuhan yang ada dalam diri kamu dan ilmu yang saya punya, nanti sendiri yang melawan, alfian katakan baik. Saya dan alfian tidur, jam 2.30 pagi saya menyanyi lagu \u201cAllah kuasa melakukan segala perkara, Allah ku Maha Kuasa\u201d, saya kaget bangun lalu saya melihat alfian suda bangun dan anak itu berkata, bapak selamat bahwah Yesus yang ada dalam diriku ada juga didalam diri bapak. Disitu saya menolak, karena didalam hati saya kenapa saya bisa kalah sama anak kecil ini. Pada jam 5 pagi, saya mulai katakan kepada alfian, kamu mau ikut saya solat pagi, tapi alfian tidak mau, saya mau disini bersama Yesus. Ketika saya mulai solat pagi dari mulut saya katakan bahwa \u201cKalau Engkau adalah Allahku maka aku percaya bahwa Isak adalah keselamatanku\u201d, kata ini sendiri muncul padahal saya tidak mau katakan kata tersebut.\r\n\r\nSaya mulai keluar dan mencari alfian, ketika saya ketemu dia, saya berkata apa yang harus saya lakukan. Lalu anak itu katakan ikutlah jejak Yesus Kristus. Dari situ saya dengan alfian mulai berpisah, anak ini berkata bahwa \u201cnanti kita ketemu di surga\u201d, lalu anak ini pergi. Herannya, ketika waktu itu saya tidak Tanya tempat tinggalnya. Pada waktu itu ilmu saya hilang, dan seluruh jin yang ada pada saya juga pergi. Maka saya bertobat, saya cari alfian tersebut tapi tidak mendapatkanya. Lalu saya Tanya Tuhan siapa anak itu..? Tuhan katakan, itu malikat yang Aku utus kepadamu. Ternyata cara Tuhan, untuk membuat kita bertobat dan percaya kepada Tuhan berbeda-beda. Tapi semua itu karena Kasih Karunia Tuhan kepada kita manusia.\r\n\r\nKeempat kesaksian dari Maria Kezia, Maria di kandung di luar nikah dan sempat mau di gugurkan oleh orang tua nya, dan setelah Maria lahir hal tersebut membuatnya tumbuh dengan roh tertolak dan menjadi anak yang memberontak kepada orang tua, karena sejak dalam kandungan sudah ada roh tertolak didalam dirinya. Seberapapun sayangnya orang tua kepadanya, ia tidak pernah merasa mereka sayang kepadanya.\r\n\r\nIa tumbuh besar di panti asuhan, dan di panti asuhan ia hidup seperti orang yang tidak bisa apa-apa. Tidak berani berbicara dengan orang lain, takut memulai pembicaraan, ia tipe orang yang sangat penakut, keluar di siang hari-pun tidak berani sendiri, kemudian ia tipe orang yang sangat pendiam, sangat pemalu, dan sakit-sakitan, dalam sebulan jatah sakit dua minggu itu pasti dan ia selalu tahan.\r\n\r\nJadi di dalam situasi kondisi seperti itu Maria tidak punya teman karena ia tidak bisa bergaul, dalam situasi seperti itu ia hanya bisa mencari Tuhan, ia tidak terlalu mengenal Tuhan, tetapi ia hanya bisa mencari Dia. Puji Tuhan, ia sangat bersyukur, Tuhan yang dia cari dari kecil, Tuhan yang sering disebutkan olehnya dari kecil ketika ia mengalami kesesakan; Tuhan menjawabnya, Yesus mendengarkan seruanya.\r\n\r\nUsia 20 tahun Dia membebaskan nya dari semua keterpurukan, dari semua kelemahan, dari semua penyakit. Dia mulai merubah kehidupan Maria, hingga seperti sekarang. Itu semua karena perbuatan Tuhan, sekarang ia dapat berbicara di hadapan banyak orang, tidak lagi sakit-sakitan, bisa banyak hal, bahkan orang tua dan keluarga, mereka tidak menyangka kalau Maria bisa seperti ini. Mereka seringkali kuatir kalau ia keluar kemanapun, karena ia bukan tipe orang yang seperti itu yang mereka kenal.\r\n\r\nJadi itulah perubahan yang Tuhan buat dalam kehidupannya. Tidak rugi jika kita mengikut Yesus, kuasa kematianNya, kuasa kebangkitanNya, sungguh memerdekakan kita, yang penting percaya dan ikuti Dia, maka perubahan akan kita alami.","link":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/","name":"Kumpulan kesaksian kristen","slug":"kumpulan-kesaksian-kristen","taxonomy":"post_tag","meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kumpulan kesaksian kristen | Pertobatan | Cermin Kehidupan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kumpulan kesaksian kristen. Pertama kesaksian kristen dari seorang pendeta yang mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hi..\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kumpulan kesaksian kristen | Pertobatan | Cermin Kehidupan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kumpulan kesaksian kristen. Pertama kesaksian kristen dari seorang pendeta yang mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hi..\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Jesus Christ for Muslims\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"CollectionPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/id\\\/tag\\\/kumpulan-kesaksian-kristen\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/id\\\/tag\\\/kumpulan-kesaksian-kristen\\\/\",\"name\":\"Kumpulan kesaksian kristen | Pertobatan | Cermin Kehidupan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/#website\"},\"description\":\"Kumpulan kesaksian kristen. Pertama kesaksian kristen dari seorang pendeta yang mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hi..\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/id\\\/tag\\\/kumpulan-kesaksian-kristen\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/id\\\/tag\\\/kumpulan-kesaksian-kristen\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/id\\\/home\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kumpulan kesaksian kristen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/\",\"name\":\"Jesus Christ for Muslims\",\"description\":\"Inviting Muslims to the Kingdom of Christ\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/jesuschristformuslims.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kumpulan kesaksian kristen | Pertobatan | Cermin Kehidupan","description":"Kumpulan kesaksian kristen. Pertama kesaksian kristen dari seorang pendeta yang mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hi..","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kumpulan kesaksian kristen | Pertobatan | Cermin Kehidupan","og_description":"Kumpulan kesaksian kristen. Pertama kesaksian kristen dari seorang pendeta yang mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hi..","og_url":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/","og_site_name":"Jesus Christ for Muslims","twitter_card":"summary_large_image","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"CollectionPage","@id":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/","url":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/","name":"Kumpulan kesaksian kristen | Pertobatan | Cermin Kehidupan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/#website"},"description":"Kumpulan kesaksian kristen. Pertama kesaksian kristen dari seorang pendeta yang mengibaratkan banyak orang kristiani seperti majalah Time, yang membagi hi..","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/tag\/kumpulan-kesaksian-kristen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kumpulan kesaksian kristen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/#website","url":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/","name":"Jesus Christ for Muslims","description":"Inviting Muslims to the Kingdom of Christ","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags\/4237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags"}],"about":[{"href":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/taxonomies\/post_tag"}],"wp:post_type":[{"href":"https:\/\/jesuschristformuslims.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts?tags=4237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}